Desain Test Case

Definisi Test Case

Test case  merupakan  suatu tes yang  dilakukan berdasarkan pada  suatu inisialisasi, masukan, kondisi ataupun hasil yang telah ditentukan sebelumnya.

Adapun kegunaan dari test case ini, adalah sebagai berikut :

  • Untuk melakukan testing kesesuaian suatu komponen terhadap spesifikasi – Black Box Testing
  • Untuk melakukan testing, kesesuaian suatu komponen terhadap desain – White Box Testing

White Box Testing

Kadang disebut juga glass box testing atau clear box testing, adalah suatu metode desain test case yang menggunakan struktur kendali dari desain prosedural.

Metode desain test case dapat menjamin :

  • Semua jalur (path) yang independen / terpisah dapat dites setidaknya sekali tes.
  • Semua logika keputusan dapat dites dengan jalur yang salah dan atau jalur yang benar.
  • Semua loop dapat dites terhadap batasannya dan ikatan operasionalnya.
  • Semua struktur internal dapat dites untuk memastikan validitasnya.

Mengapa melakukan white box bilamana black box testing berfungsi untuk testing pemenuhan terhadap kebutuhan / spesifikasi ?

  • Kesalahan logika dan asumsi yang tidak benar kebanyakan dilakukan ketika coding untuk “kasus tertentu” . Dibutuhkan kepastian bahwa eksekusi jalur ini telah dites.
  • Asumsi bahwa adanya kemungkinan terhadap eksekusi jalur yang tidak benar. Dengan white box testing dapat ditemukan kesalah ini.
  • Kesalahan penulisan acak. Seperti berada pada jalur logika yang membingungkan pada jalur normal.

Cakupan pernyataan, cabang, dan jalur.

Cakupan pernyataan, cabang dan jalur adalah suatu teknik white box testing yang menggunakan alur logika dari program untuk membuat test cases. Yang dimaksud dengan alur logika adalah cara dimana suatu bagian dari program tertentu dieksekusi saat menjalankan program.

Alur logika suatu program dapat dipresentasikan dengan flow graph, yang akan dibahas lebih lanjut pada sub bab berikutnya (basis path testing). Sebagai contoh dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Suatu Flow Graph terbentuk dari :

  • Nodes (titik), mewakili pernyataan (atau sub program) yang akan ditinjau saat eksekusi  program.
  • Edges (anak panah), mewakili jalur logika program untuk menghubungkan satu pernyataan (atau sub program) dengan yang lainnya.
  • Branch nodes (titik cabang), titik titik yang mempunyai lebih dari satu anak panah keluaran.
  • Branch edges (anak panah cabang), anak panah yang keluar dari suatu cabang.
  • Paths (jalur), jalur yang mungkin untuk bergerak dari satu titik ke titik lainnya sejalan dengan keberadaan arah anak panah.

Eksekusi suatu test case menyebabkan program untuk mengeksekusi pernyataan-pernyataan tertentu, yang berkaitan dengan jalur tertentu, sebagaimana tergambar pada flow graph.

Basis Path Testing

Basis path hadir dalam 2 bentuk :

  • Zero Path : Jalur penghubung yang tidak penting atau jalur pintas yang ada pada satu sistem.
  • One Path : Jalur penghubung yang penting atau berupa proses pada suatu sistem.

 

(Sumber : Testing dan Implementasi Sistem, Romeo, ST, 2003. Stikom Surabaya)

 

Posted on October 17, 2011, in Testing dan Implementasi Sistem. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: